Fokus Rembang | Islah Bahrawi, Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, mengungkapkan pengalaman penguntitan yang menunjukkan pola intimidasi terstruktur dan berpotensi melibatkan aktor-aktor dengan kapasitas operasional tinggi. Peristiwa tersebut bukan hanya menyasar individu, tetapi juga menjadi indikasi kuat adanya ancaman terhadap kebebasan sipil, ruang aman warga negara, serta praktik demokrasi di Indonesia.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Islah menyebut dirinya mengalami pengawasan intensif oleh sejumlah orang tak dikenal sejak beberapa pekan terakhir di Jakarta. Aktivitas mencurigakan tersebut diketahui melalui laporan warga sekitar serta rekaman CCTV yang menunjukkan adanya orang asing yang memantau kediamannya secara bergantian.

"Sepulang dari acara peringatan 28 tahun Reformasi di Universitas Islam Indonesia di Jogja, kampung saya itu sudah diserbu oleh yang saya duga tentara," ungkap Islah Bahrawi, dalam konferensi pers di kantor YLBHI Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Para pelaku terdiri dari sekitar sembilan orang yang menggunakan kendaraan berbeda dengan pelat nomor palsu dan beroperasi secara bergantian. Mereka bertanya-tanya tentang anak Islah, berapa orang di rumah, jadwal kerja, bahkan aktivitas pembantu. Ini bukan sekadar melihat-lihat, tetapi upaya serius untuk memetakan kehidupan pribadi keluarga Islah.

Tim Perlindungan Masyarakat Sipil mengecam keras berbagai teror, intimidasi, penguntitan, peretasan, doxing, ancaman, serangan fisik, dan kriminalisasi yang belakangan menyasar mahasiswa, akademisi, aktivis, jurnalis, organisasi hak asasi manusia, serta warga negara yang menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik dan penyelenggara negara.

"Tindakan semacam ini tidak dapat ditoleransi dalam negara hukum yang demokratis, apalagi pelaku pengintaian dan pengepungan diduga berasal dari institusi negara," kata Ketua Badan Pengurus Centra Initiative Al Araf, selaku juru bicara tim yang terdiri dari YLBHI, LBH Jakarta, Imparsial, De Jure, Centra Initiative, ICJR, TERA Law Firm, WALHI, di Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.