Fokus Rembang | Pemerintah Provinsi Papua Selatan diyakini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui Proyek Strategis Nasional (PSN) di Wanam. Pembangunan ini berfokus pada ketahanan pangan dan energi, yang mencakup pengembangan sawah skala besar untuk produksi beras nasional serta pembangunan perkebunan tebu terintegrasi industri bioetanol.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menyatakan bahwa tujuan utama pembangunan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh berhenti karena ada perdebatan politik maupun kampanye penolakan yang berkembang.

Apolo juga menilai bahwa PSN di Papua Selatan dirancang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang dapat dinikmati langsung oleh masyarakat setempat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Pada sektor energi, proyek perkebunan tebu terintegrasi bioetanol telah menyerap sekitar 3.500 tenaga kerja. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga mencapai 15 ribu pekerja pada 2027.

Pemprov Papua Selatan juga secara aktif mendorong agar masyarakat lokal menjadi penerima manfaat utama pembangunan tersebut. Pemerintah daerah meminta perusahaan pelaksana proyek memberikan porsi dominan bagi tenaga kerja lokal.

Pemerintah tidak menampik adanya dinamika dan perbedaan pandangan di tengah masyarakat terkait pelaksanaan PSN. Sebagian kelompok mendukung dan menyampaikan keberatan atas proyek tersebut. Namun, menurut Apolo, perbedaan sikap tersebut lazim dalam setiap proses pembangunan.

Bagi pemerintah daerah, pembangunan dan perlindungan hak-hak masyarakat bukan hal yang saling bertentangan. Sebaliknya, keduanya harus berjalan beriringan agar masyarakat Papua memperoleh manfaat nyata dari kekayaan sumber daya yang dimiliki daerahnya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.