Fokus Rembang | PEKANBARU – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Subholding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo, telah melakukan kajian potensi pengembangan bio compressed biomethane gas (CBG) berbasis limbah sawit di Provinsi Riau. Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk mempercepat transisi energi bersih dan hilirisasi energi baru terbarukan nasional.
Kajian tersebut dilakukan melalui evaluasi dan audit energi di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dan Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Sei Pagar, Riau. Tim peneliti BRIN dipimpin oleh Kepala Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) Hens Putra bersama peneliti energi BRIN Dr Samuel Pati Senda. Mereka melakukan kajian untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan limbah sawit agar dapat menghasilkan energi yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Pengembangan CBG berbasis sawit juga sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon karena mampu menekan emisi metana sekaligus menghasilkan produk turunan lain yang bernilai tambah. Menurut Hens, hasil kajian tersebut berpotensi menjadi model pengembangan energi berbasis sawit yang dapat direplikasi secara nasional.
PTBg cofiring Sei Pagar telah menghasilkan 440.476 Nm3 biogas pada tahun 2025 dengan rata-rata produksi mencapai 36.706 Nm3 per bulan. Pada tahun 2026, produksi methane yang dimanfaatkan mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai 46.683 Nm3 per bulan.
PTPN IV PalmCo saat ini tengah mempercepat pengembangan CBG di berbagai unit operasional perusahaan. Salah satu proyek awal yang telah memasuki tahap pembangunan berada di PKS Tinjowan, Sumatera Utara. Mereka menargetkan pembangunan 17 instalasi CBG secara bertahap hingga 2029 mendatang di sejumlah wilayah operasional perusahaan.
Pengembangan CBG merupakan bagian dari transformasi PalmCo menuju perusahaan agribisnis modern berbasis energi hijau. Limbah sawit yang sebelumnya dipandang sebagai residu kini di dorong menjadi sumber energi bernilai tinggi yang dapat dimanfaatkan untuk industri maupun transportasi.
Hasil kajian tersebut berpotensi menjadi model pengembangan energi berbasis sawit yang dapat direplikasi secara nasional. BRIN berharap inisiatif ini dapat mendorong PTPN menjadi percontohan pengembangan kawasan berbasis inovasi dan teknopark sawit di Indonesia.
Dengan demikian, pengembangan CBG berbasis sawit dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan energi hijau di Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

