Fokus Rembang | Guru Besar Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Hardinsyah, menekankan pentingnya tata kelola dapur yang profesional dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan, tetapi juga oleh ekosistem pengelolaan dapur yang baik.
Dapur MBG perlu dikelola profesional berdasarkan standar gizi, standar menu, pengadaan, penyimpanan, pengolahan, pemorsian, dan pendistribusian pangan yang aman hingga pengawasan mutu makanan sebelum diberikan kepada penerima manfaat.
Hardinsyah juga menekankan pentingnya manajemen akuntabel dan transparan, penegakkan kebijakan, standar operasional prosedur (SOP) dan etika, serta pengawasan dan audit berlapis, termasuk pelibatan pihak eksternal seperti orang tua siswa dan tokoh masyarakat yang telah dilatih.
Hardinsyah juga menekankan pentingnya penggunaan bahan pangan lokal untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
BGN, lembaga pemerintah terkait, perguruan tinggi, SPPG, petani, dan pelaku usaha, serta masyarakat perlu bekerja sama agar program ini berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

