Fokus Rembang | Jakarta, 19 April 2026 – Dunia pers Indonesia dikejutkan dengan kabar duka yang menimpa Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, yang berusia 54 tahun, meninggal dunia pada Sabtu dini hari pukul 00.10 WIB setelah mengalami serangan jantung di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Jakarta.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sekitar pukul 21.00 WIB, Zulmansyah tiba-tiba mengeluh sesak napas hebat, lemas, hingga muntah-muntah. Rekan-rekannya langsung menghubungi layanan darurat, dan korban dilarikan ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Pemeriksaan medis mengonfirmasi bahwa ia mengalami infark miokard akut, sejalan dengan riwayat penyakit jantung yang telah dideritanya selama bertahun‑tahun.

Tim medis sempat merekomendasikan rujukan ke Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk penanganan lanjutan. Namun, kondisi Zulmansyah tidak menunjukkan perbaikan signifikan, dan pada pukul 00.10 WIB keesokan harinya, dokter menyatakan ia telah meninggal dunia.

Kehilangan Zulmansyah Sekedang dirasakan sebagai pukulan berat bagi organisasi wartawan nasional. Ia dikenal sebagai sosok yang ramah, energik, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap profesi jurnalisme. Selama kariernya, ia mengabdikan diri secara konsisten untuk memperkuat posisi pers yang bebas dan profesional.

Berikut rangkaian jabatan penting yang pernah diemban oleh Zulmansyah Sekedang dalam lingkup PWI:

  • Ketua PWI Provinsi Riau selama dua periode, yaitu 2017–2022 dan 2022–2027.
  • Sekretaris Jenderal PWI Pusat sejak 2020, mengkoordinasikan kebijakan internal serta mengawal program pemberdayaan wartawan di tingkat nasional.
  • Koordinator Tim Advokasi Kebebasan Pers dalam beberapa kampanye penting yang menuntut perlindungan hukum bagi jurnalis.

Rekan sejawat menggambarkan Zulmansyah sebagai pribadi yang tidak hanya kompeten dalam mengelola organisasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia sering terlibat dalam kegiatan pelatihan jurnalistik bagi mahasiswa dan wartawan muda, serta menjadi mentor bagi banyak anggota PWI yang sedang mengembangkan kariernya.

Selain kontribusinya di dunia pers, Zulmansyah juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial di Jakarta dan Riau. Ia dikenal sebagai sosok yang selalu mengedepankan nilai-nilai kejujuran, integritas, dan keadilan, baik dalam pekerjaan maupun dalam interaksi sehari‑hari.

Berita duka ini telah memicu tanggapan luas dari kalangan pers, pemerintah, serta organisasi non‑pemerintah. Banyak yang menyampaikan rasa kehilangan mendalam sekaligus menghormati jasa‑jasa almarhum. Beberapa pernyataan resmi menegaskan komitmen PWI untuk terus meneruskan agenda‑agenda yang telah dirintis oleh Zulmansyah, termasuk upaya meningkatkan kualitas pelatihan jurnalistik dan memperkuat perlindungan hukum bagi wartawan.

Dalam upaya memberikan penghormatan terakhir, keluarga almarhum mengumumkan bahwa pemakaman akan dilaksanakan secara sederhana di daerah kelahirannya, dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. PWI Pusat juga berencana mengadakan acara peringatan khusus untuk mengenang dedikasi dan kontribusi Zulmansyah Sekedang bagi pers Indonesia.

Kepergian Zulmansyah Sekedang tidak hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga mengingatkan seluruh elemen pers akan pentingnya kesehatan dan kesejahteraan para profesional yang berada di garis depan penyampaian informasi. PWI berjanji akan meningkatkan program kesehatan bagi anggotanya, termasuk pemeriksaan rutin dan edukasi tentang penyakit kardiovaskular yang menjadi ancaman serius bagi banyak orang.

Dengan segala penghargaan yang telah diberikan selama hidupnya, Zulmansyah Sekedang akan tetap dikenang sebagai sosok yang berjuang tanpa lelah demi kebebasan pers dan kemajuan jurnalistik di Indonesia. Warisan semangatnya diharapkan akan terus menginspirasi generasi wartawan selanjutnya untuk menjaga integritas, keakuratan, dan keberanian dalam mengungkap fakta.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi kehilangan ini, dan seluruh komunitas jurnalistik dapat melanjutkan perjuangan yang telah dibangun oleh almarhum dengan semangat yang tak pernah padam.