Fokus Rembang – 18 April 2026 | Jakarta, 18 April 2026 – Tepat pada hari Jumat, 17 April 2026, keluarga penyanyi pop Vidi Aldiano beserta para penggemarnya yang dikenal dengan sebutan Vidies melaksanakan sebuah ritual khusus di tepi Danau TPU Tanah Kusir, Jakarta Utara. Upacara tersebut merupakan bentuk peringatan ke-40 hari sejak Vidi Aldiano meninggal dunia, sebuah tradisi yang kerap diadakan keluarga ketika menghadapi peristiwa duka atau perayaan hari lahir anggota keluarga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ritual yang dipilih kali ini adalah menebar ikan ke dalam danau, sebuah kegiatan yang tidak hanya bersifat simbolis namun juga mengandung makna filosofis yang mendalam. Menurut ayah Vidi, Harry Kiss, upacara menebar ikan ini disebut “Tebar Kebak-Ikan”. Filosofi di baliknya adalah harapan agar kehidupan terus mengalir, sebagaimana ikan yang mengisi kembali ekosistem air, sekaligus menjadi doa agar roh almarhum Vidi dapat menemukan ketenangan.

Acara dimulai setelah sholat Jumat yang dilaksanakan di mushola terdekat. Setelah ibadah, para anggota keluarga dan sekelompok Vidies yang hadir secara bersamaan menebarkan ikan ke dalam perairan Danau TPU Tanah Kusir. Jenis-jenis ikan yang dipilih beragam, mencakup bawal, mas, nila, lele, serta tembakang – ikan sejenis gurami yang memiliki warna kuning khas dan rasa yang lebih gurih menurut penjelasan Harry Kiss.

Secara total, berat ikan yang dilepaskan mencapai 2,5 kuintal, dengan perkiraan 5.000 ekor tembakang dan 5.000 ekor gurame. Harry menambahkan, “Ada ikan tembakang. Tembakang itu seperti gurame, tapi warnanya kuning dan jauh lebih enak daripada gurame. Itu ada 5.000 ekor tadi. Terus ada lagi gurame juga sekitar 5.000 ekor. Jadi alhamdulillah cukup banyak.”

Ritual menebar ikan ini bukanlah pertama kalinya keluarga Aldiano melakukannya. Pada kesempatan sebelumnya, mereka mengadakan upacara serupa di wilayah Jawa Barat, tepatnya di Ciamis dan Tasikmalaya. Pada acara itu, sekitar 5 kuintal ikan dilepaskan, dan hasilnya, sungai di daerah tersebut menjadi bersih dan jernih. “Yang pertama kita lakukan di Ciamis dan Tasikmalaya, kemarin itu ada sekitar 5 kuintal ikannya dan danau nya bersih sekali, sungainya bersih sekali,” ungkap Harry dalam wawancara singkat.

Praktik menebar ikan dalam rangka memperingati 40 hari wafat seseorang memiliki akar budaya yang kuat di Indonesia, khususnya di kalangan Muslim yang mengaitkan angka 40 dengan masa transisi roh. Selain itu, ritual ini juga dipandang sebagai bentuk amal jariyah, karena ikan yang dilepaskan akan menjadi sumber kehidupan bagi makhluk air dan mendukung kelestarian lingkungan.

Para Vidies yang hadir mengekspresikan rasa hormat dan dukungan mereka melalui partisipasi aktif dalam proses penebaran ikan. Beberapa di antaranya membawa kotak ikan yang telah dipersiapkan sebelumnya, sementara yang lain membantu mengatur alur penebaran agar berjalan lancar. Suasana yang terjalin penuh kehangatan, meskipun dibalut duka, mencerminkan solidaritas komunitas penggemar dalam mendampingi keluarga almarhum.

Lokasi pemilihan, yaitu Danau TPU Tanah Kusir, dipilih karena letaknya strategis di tengah kota dan mudah diakses oleh warga Jakarta. Danau ini merupakan bagian dari kawasan Taman Peringatan Umum (TPU) yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan sering dijadikan tempat rekreasi serta kegiatan keagamaan. Dengan menebarkan ikan di sini, keluarga Vidi Aldiano tidak hanya memperingati sang almarhum, tetapi juga berkontribusi pada pemeliharaan ekosistem perairan lokal.

Selain menebarkan ikan, keluarga juga melaksanakan doa bersama dan membacakan doa khusus untuk Vidi Aldiano. Mereka berharap agar roh almarhum senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, serta agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan. Upacara tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam, dengan suasana yang tetap khidmat namun penuh harapan.

Secara keseluruhan, ritual “Tebar Kebak-Ikan” ini mencerminkan perpaduan nilai-nilai keagamaan, budaya, dan kepedulian lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa peringatan duka tidak selalu harus bersifat melankolis, melainkan dapat diubah menjadi aksi positif yang memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat sekitar.

Kesimpulannya, keluarga Vidi Aldiano bersama para Vidies berhasil menyelenggarakan upacara peringatan 40 hari dengan cara yang unik dan bermakna. Penebaran ikan di Danau TPU Tanah Kusir tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada Vidi Aldiano, tetapi juga menjadi sarana untuk menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan serta menumbuhkan rasa kebersamaan di antara para penggemar. Tradisi ini diperkirakan akan terus dilestarikan dalam peringatan selanjutnya, seiring dengan harapan bahwa aksi semacam ini dapat menginspirasi masyarakat luas untuk melakukan tindakan serupa dalam konteks peringatan atau perayaan lainnya.