Fokus Rembang| Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mengumumkan inisiatif nasional yang menargetkan sektor industri rumah tangga, khususnya produksi genteng tradisional. Program Gentengisasi yang digagasnya kini memfokuskan perhatian pada genteng Jepara, sebuah produk unggulan yang selama ini dikenal dengan kualitas dan keunikan desainnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Rakyat (Disperkim) Kabupaten Jepara, Moh Eko Udyyono, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah konkret untuk menyambut program tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah akan memperkuat rantai nilai produksi, mulai dari penyedia bahan baku, proses pembakaran, hingga distribusi ke pasar domestik dan internasional.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, Maruarar Sirait, juga menegaskan dukungan penuh kementeriannya terhadap inisiatif ini. Sirait menyebutkan bahwa alokasi anggaran khusus akan dialokasikan untuk fasilitas produksi modern, serta program pembiayaan bersubsidi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di bidang genteng.
Pengrajin genteng di Jepara menyambut baik rencana tersebut. Mereka berharap program Gentengisasi dapat mengatasi tantangan utama yang selama ini dihadapi, yaitu persaingan harga dari produk impor yang lebih murah serta keterbatasan akses ke pasar yang lebih luas. “Selama ini, kami masih mengandalkan jaringan penjualan tradisional dan sering kali harus menurunkan harga untuk tetap kompetitif,” kata salah satu pengrajin, Budi Hartono, yang telah beroperasi selama tiga dekade.
Berbagai pihak menilai bahwa keberhasilan program ini akan memberikan dampak positif tidak hanya pada sektor industri genteng, tetapi juga pada perekonomian daerah secara keseluruhan. Analisis awal menunjukkan bahwa peningkatan produksi genteng Jepara dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan rumah tangga, dan menstimulasi sektor pendukung seperti transportasi, logistik, dan bahan baku kimia.
Selain itu, program Gentengisasi diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal. Genteng Jepara memiliki ciri khas berupa motif ukir tradisional yang mencerminkan warisan seni Jawa. Dengan meningkatkan nilai tambah produk, pemerintah berharap dapat melestarikan warisan budaya tersebut sekaligus menjadikannya aset ekonomi.
Implementasi program akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama mencakup survei kebutuhan dan potensi produksi di masing-masing desa pengrajin. Selanjutnya, akan diadakan pelatihan intensif mengenai teknik pembakaran modern, pengendalian kualitas, serta pemasaran digital. Pemerintah juga berencana membangun pusat inovasi genteng di Jepara, yang akan menjadi hub penelitian dan pengembangan produk baru.
Berbagai tantangan tetap harus dihadapi, termasuk kebutuhan akan sumber energi yang terjangkau dan ramah lingkungan. Pemerintah pusat berkomitmen untuk menyokong penggunaan bahan bakar alternatif, seperti biomassa, guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang mahal.
Dengan dukungan penuh dari kementerian, pemerintah daerah, dan komunitas pengrajin, program Gentengisasi Prabowo memiliki peluang besar untuk berhasil. Jika berhasil, Jepara dapat menjadi contoh sukses transformasi industri tradisional menjadi sektor yang berdaya saing tinggi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Ke depan, diharapkan genteng Jepara tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga menembus pasar ekspor, menjadikan nama Indonesia dikenal di kancah internasional sebagai produsen genteng berkualitas tinggi.


