Fokus Rembang | Ancaman siber telah bergeser dari sistem teknologi ke pengguna. Pelaku kejahatan siber kini lebih banyak memanfaatkan kelengahan pengguna untuk memperoleh akses terhadap akun dan informasi pribadi. Mereka menggunakan modus seperti phishing, layanan pelanggan palsu, situs dan nomor telepon palsu, hingga tautan berbahaya yang menyerupai kanal resmi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat bahwa Indonesia menghadapi sekitar 5,5 miliar serangan siber sepanjang 2025, meningkat tujuh kali lipat dari rata-rata tahunan periode 2020-2024. Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) mencatat total kerugian akibat penipuan transaksi keuangan mencapai Rp9,1 triliun sejak 2024 hingga Januari 2026.

Untuk mencegah dan mengurangi risiko menjadi korban phishing, Indodax mengajak masyarakat menerapkan tiga kebiasaan sederhana. Pertama, selalu memeriksa alamat domain situs yang dikunjungi dan memastikan berasal dari kanal resmi. Kedua, tidak langsung mempercayai nomor telepon atau tautan yang muncul di hasil pencarian tanpa melakukan verifikasi. Ketiga, memanfaatkan kanal bantuan resmi yang tersedia di aplikasi maupun situs resmi ketika membutuhkan informasi terkait akun.

Indodax terus memperkuat layanan bantuan resmi yang tersedia 24 jam melalui email, Live Chat Help Center, call center, dan media sosial resmi perusahaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan member memiliki akses langsung terhadap informasi yang valid, akurat, dan terpercaya.

Dengan membiasakan verifikasi melalui kanal dan kontak resmi serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital, masyarakat dapat berperan aktif dalam melindungi aset serta data pribadi mereka. Langkah sederhana tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan ancaman siber yang terus berubah dan semakin kompleks.

Kesimpulan, ancaman siber kini semakin merajalela dan memerlukan edukasi yang baik untuk mencegahnya. Masyarakat harus selalu waspada dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital. Dengan demikian, kita dapat melindungi aset serta data pribadi kita dari ancaman siber.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.