Fokus Rembang| Jakarta akan kembali menjadi panggung utama musik jazz pada minggu depan ketika seri terbaru Jazz Goes To Campus digelar di The Indonesia Music (TIM) Jakarta. Mengusung tema The City Series, acara ini memperkenalkan format inovatif yang memadukan pertunjukan musik jazz kelas dunia dengan sesi diskusi inspiratif yang mengangkat isu-isu kreatif, budaya, dan perkembangan industri musik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara dijadwalkan berlangsung pada hari Selasa, 23 April 2024, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Lokasi yang dipilih, TIM Jakarta, dikenal sebagai ruang pertunjukan fleksibel yang sering menjadi tuan rumah festival musik, pameran seni, dan konferensi industri kreatif. Penataan ruang pada malam itu dirancang khusus untuk menampilkan kualitas akustik optimal sekaligus memberi ruang yang cukup bagi penonton untuk berinteraksi selama sesi diskusi.

Berbeda dengan konser jazz tradisional, The City Series menyiapkan agenda dua fase. Fase pertama menampilkan rangkaian penampilan musik yang diisi oleh musisi jazz ternama, baik lokal maupun internasional. Fase kedua beralih ke segmen dialog, di mana para artis, produser, dan akademisi musik akan membahas topik-topik seperti evolusi genre jazz di era digital, peran pendidikan musik dalam membentuk generasi baru, serta strategi pemasaran musik indie di pasar global.

Berikut adalah lineup lengkap yang akan mengisi panggung pada malam tersebut:

  • Alfa Jazz Ensemble – Kuartet asal Surabaya yang dikenal dengan aransemen modern pada standar jazz klasik.
  • Sarah Lee & The Groove Collective – Vokalis perempuan berbakat yang menggabungkan nuansa soul dan funk dalam setiap penampilannya.
  • Michael Tan Trio – Pianis jazz asal Jepang, bersama bassist dan drummer, menampilkan improvisasi yang menantang batas genre.
  • Special Guest: The Jakarta Jazz Orchestra – Orkestra besar yang akan menutup malam dengan medley komposisi orisinal serta klasik.

Sesi diskusi akan dipandu oleh moderator berpengalaman, Dedi Pratama, seorang jurnalis musik yang telah menulis untuk berbagai media nasional. Pembicara yang diundang antara lain:

  • Rizky Mahendra – Pendiri platform streaming musik indie, membahas tantangan monetisasi konten digital.
  • Dr. Maya Sari – Dosen Fakultas Seni Musik Universitas Indonesia, mengupas pentingnya kurikulum berbasis improvisasi dalam pendidikan jazz.
  • Lina Widjaja – Manajer artis internasional, memberikan wawasan tentang strategi kolaborasi lintas negara.

Selain pertunjukan dan dialog, penyelenggara juga menyiapkan stan interaktif yang menampilkan pameran alat musik tradisional Indonesia yang diadaptasi ke dalam genre jazz. Pengunjung dapat mencoba bermain alat seperti gamelan, angklung, atau suling, dengan bimbingan musisi yang hadir.

Acara ini terbuka untuk umum dengan tiket yang dapat dipesan secara online melalui portal resmi TIM. Harga tiket dibagi dalam tiga kategori: Early Bird (IDR 150.000), Regular (IDR 200.000), dan VIP (IDR 350.000) yang mencakup akses ke lounge khusus, meet‑and‑greet dengan artis, serta souvenir eksklusif.

Para penyelenggara menekankan bahwa tujuan utama Jazz Goes To Campus adalah memperkuat ekosistem musik lokal dengan menyediakan platform yang tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga memfasilitasi pertukaran pengetahuan. “Kami ingin menciptakan ruang di mana musisi, akademisi, dan penikmat musik dapat berkolaborasi secara nyata,” ujar Rudi Hartono, Ketua Komite Penyiaran TIM.

Sejak peluncuran pertama pada tahun 2019, seri ini telah menjadi ajang tahunan yang dinantikan oleh komunitas jazz di Indonesia. Tahun ini, dengan tambahan elemen edukatif yang lebih kuat, diharapkan dapat menarik audiens yang lebih luas, termasuk mahasiswa, profesional kreatif, serta para pencinta musik yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang jazz.

Dengan mengusung konsep yang menyatukan hiburan dan edukasi, The City Series diharapkan tidak hanya menjadi malam yang menghibur, tetapi juga menjadi katalisator bagi pertumbuhan industri musik jazz di Indonesia. Bagi yang ingin menjadi saksi perpaduan antara melodi improvisasi dan pemikiran kritis, tiket dapat dipesan mulai hari ini.

Kesimpulannya, Jazz Goes To Campus kembali membuktikan bahwa musik dapat menjadi jembatan antara generasi, budaya, dan ide. Acara ini menawarkan pengalaman yang lengkap—dari penampilan musik yang memukau hingga diskusi yang memperluas wawasan—menjadikannya agenda penting bagi siapa saja yang ingin merasakan dinamika jazz modern di tengah hiruk‑pikuk kota Jakarta.