Fokus Rembang | Jakarta – Masalah pencernaan pada anak bukan hanya sekadar urusan sakit perut atau susah makan. Di balik gangguan pencernaan, ada banyak dampak lain yang bisa memengaruhi tumbuh kembang anak, mulai dari perubahan mood, kualitas tidur, hingga penyerapan nutrisi yang tidak maksimal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sistem pencernaan anak memiliki hubungan yang sangat erat dengan kondisi tubuh secara keseluruhan. Saat pencernaan terganggu, efeknya bisa langsung terasa pada aktivitas sehari-hari anak. “Kalau seorang anak mengalami gangguan pencernaan, efeknya bisa ke mana-mana. Mood anak jadi rewel, clingy, gampang nangis, makannya jadi susah, sampai tidurnya terganggu,” jelas dokter anak.

Gangguan pencernaan pada anak cukup umum terjadi. Bahkan menurut data yang dikemukakan, sekitar 1 dari 4 anak memiliki masalah pada saluran cerna. Masalah ini tidak hanya berkaitan dengan sakit perut, tetapi juga berpengaruh pada proses penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Padahal, anak membutuhkan asupan gizi optimal untuk mendukung pertumbuhan.

“Kadang orang tua merasa anaknya makannya banyak dan semuanya terlihat oke, tapi pertumbuhannya tidak bagus. Ternyata gizinya tidak terserap secara sempurna,” kata dokter anak. Ia menggambarkan kondisi tersebut seperti makanan yang hanya “menumpang lewat” di saluran cerna tanpa benar-benar diserap tubuh dengan baik.

Penyebab gangguan pencernaan tidak selalu karena sakit. Dokter anak menjelaskan bahwa gangguan pencernaan pada anak secara umum dibagi menjadi dua, yaitu karena sakit dan karena faktor non-penyakit.

Apa itu bakteri baik? Keberadaan mikrobiota atau bakteri baik, di dalam tubuh manusia berjumlah lebih banyak dibanding jumlah sel tubuh manusia sendiri. Bakteri baik tersebut berperan penting membantu berbagai fungsi tubuh, terutama pada sistem pencernaan.

Probiotik merupakan bakteri baik, yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Salah satu probiotik yang paling banyak diteliti adalah Lactobacillus reuteri. Dokter anak mengatakan bahwa Lactobacillus reuteri, sudah dikenalkan sejak bayi masih di dalam kandungan melalui air ketuban, lalu terus hadir melalui ASI setelah lahir.

“Lactobacillus reuteri ini bisa menempel di seluruh saluran pencernaan manusia, mulai dari mulut sampai usus besar. Makanya manfaatnya sangat banyak,” ungkap dokter anak. Menurutnya, probiotik tersebut dapat membantu berbagai masalah pencernaan seperti perut kembung, muntah, diare, hingga gangguan lambung pada anak.

Nama Tokoh yang menjadi sumber: Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, M.Kes, Dokter Anak

Kategori: Kesehatan

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.