Fokus Rembang | Jakarta: Nama Chatib Basri kembali menjadi sorotan setelah menemui Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 9 Juni 2026. Kedatangan ekonom senior sekaligus mantan Menteri Keuangan itu turut diiringi oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan.
Chatib yang juga merupakan anggota DEN tiba di Istana tanpa menjelaskan secara rinci agenda utama yang akan dibahas bersama Presiden Prabowo. Kedatangannya langsung disambut oleh kerumunan awak media yang berusaha menggali informasi dari sang ekonom.
Mengutip laman Metrotvnews.com, salah satu isu panas yang menjadi perbincangan adalah kabar bahwa Chatib bakal masuk ke dalam Kabinet Merah Putih untuk menggantikan posisi Menteri Keuangan saat ini, Purbaya Yudhi Sadewa.
Merespons pertanyaan tersebut, Chatib enggan memberikan banyak komentar dan hanya membalasnya dengan singkat sambil melempar senyum.
Meskipun terus dicecar wartawan mengenai potensi pembahasan masalah ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah, Chatib memastikan pertemuannya dengan Presiden tidak dilakukan secara eksklusif. Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut dilangsungkan bersama dengan Luhut Binsar Pandjaitan.
Lantas, siapa sebenarnya sosok Chatib Basri yang namanya kini kembali ramai diperbincangkan? Berikut adalah profil lengkap ekonom senior yang pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia.
Mengutip laman lpem.org, Muhammad Chatib Basri adalah seorang ekonom, peneliti, dan profesional dengan keahlian utama di bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik. Ia menempuh pendidikan sarjananya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), sebelum melanjutkan studi ke luar negeri berkat beasiswa yang berhasil ia raih.
Chatib kemudian meraih gelar Master di bidang Ekonomi Pembangunan dari Australian National University pada tahun 1996. Tak berhenti di sana, ia melanjutkan studinya dan berhasil meraih gelar PhD di bidang Ekonomi dari universitas yang sama pada tahun 2001.
Setelah meraih gelar PhD, Chatib memulai perjalanan kariernya sebagai asisten peneliti di Departemen Ekonomi, Research School of Pacific and Asian Studies pada rentang tahun 1994 hingga 2001. Ia kemudian mulai merambah dunia pemerintahan dengan menjabat sebagai penasihat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2004 hingga 2005.
Kiprahnya di kancah internasional juga tidak kalah mengesankan, di mana ia pernah dipercaya sebagai Wakil Menteri Keuangan untuk G-20 pada periode 2006 hingga 2010. Ia bahkan ditugaskan sebagai Sherpa Summit G-20 di Washington pada tahun 2008, sebuah posisi strategis yang mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap kemampuannya di bidang ekonomi global.
Pada tahun 2010 hingga 2012, Chatib menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional. Kemudian pada tahun 2012, ia dipercaya untuk memimpin Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sebagai Kepala BKPM.
Puncak karier pemerintahannya diraih ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkatnya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada Mei 2013 hingga Oktober 2014. Pengalamannya yang luas di bidang fiskal dan ekonomi makro menjadikannya salah satu tokoh keuangan paling berpengaruh di Indonesia.
Selain aktif di pemerintahan, Chatib juga dikenal sebagai akademisi yang konsisten berkontribusi di dunia pendidikan. Ia tercatat sebagai dosen di FEB UI sejak tahun 1995 dan juga pernah menjabat sebagai Direktur Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat UI (LPEM UI) pada periode 2005 hingga 2009.
Terlepas dari semua pengalaman yang telah ia capai, Chatib terus menjadi perhatian publik karena kemungkinan akan menjadi Menteri Keuangan dalam Kabinet Merah Putih. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah.
Sebagai seorang ekonom senior yang telah berpengalaman luas di bidang fiskal dan ekonomi makro, Chatib memiliki kemampuan untuk menangani tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia.
Terlepas dari semua perdebatan yang terjadi, satu hal yang jelas adalah Chatib Basri adalah seorang yang sangat berpengalaman dan berkompeten di bidang ekonomi. Pernyataannya yang singkat dan tidak langsung ketika ditanya mengenai potensi pembahasan masalah ekonomi dan pelemahan nilai tukar rupiah juga menunjukkan bahwa ia tidak ingin membuat kepanjangan pada situasi.
Bagaimanapun juga, Chatib Basri tetap menjadi salah satu tokoh keuangan paling berpengaruh di Indonesia. Pengalamannya yang luas di bidang fiskal dan ekonomi makro menjadikannya seorang yang sangat berpotensi untuk menangani tantangan ekonomi yang dihadapi Indonesia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

