Fokus Rembang | Episode 1165 satu-satunya episode terbaru dari serial anime One Piece yang tayang pada 7 Juni. Episode ini berjudul A Welcome with Friends Cups and Intruders Seeking Loki dan menyoroti misi Shamrock dan Gunko yang mencari Loki saat berpesta bareng Bajak Laut Raksasa. Di episode yang masih berlangsung di Pulau Rekasa Elbaf, setelah reuni emosional antara Saul dan Robin, kru Topi Jerami lagi berpesta bareng kru Bajak Laut Raksasa. Saat lagi berpesta, dua sosok misterius di Kastil Aurust muncul. Siapakah mereka? Dua sosok itu adalah Saint Figarland Shamrock, pemimpin God’s Knight bersama bawahannya, Gunko. Awalnya penjaga Elbaf ramah kepada mereka namun ternyata dugaan mereka keliru. Salah satu sosok yang merupakan seorang perempuan tiba-tiba menggunakan kekuatannya hingga salah seorang penjaga berlutut tak berdaya, seolah ditekan oleh kekuatan tak kasatmata. Dengan nada angkuh, perempuan itu kemudian memerintahkan para penjaga untuk memberitahukan lokasi Loki. Sepertinya mereka coba cari Loki si Pangeran Terkutuk buat melakukan nego. Kedatangan Shamrock dan Gunko ini juga akan menjadi awal dari terungkapnya rahasia dunia One Piece, seperti Insiden God Valley hingga fakta di balik kematian Harald sang raja Elbaf.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada episode 1165 dan 1166, Oda membongkar alasan yang selama ini cuma jadi tanda tanya besar di kepala fans. Garp melihat langsung perburuan manusia, jejak pembantaian, dan kekacauan yang bikin satu kata pun terasa terlalu kecil untuk menggambarkannya. Di tengah horor segila itu, Roger justru melempar ajakan paling gila: kalau mau cabut dari Angkatan Laut, ikut saja ke Bajak Laut Roger. Tapi Garp tidak menjawab dengan gaya anti-bajak laut yang klise. Dia malah mengarahkan pembicaraan ke nasib prajurit biasa. Garp bukan tipe yang nyaman dengan sistem, dan manga sudah berkali-kali menunjukkan itu lewat kebiasaannya menolak promosi admiral, membangkang perintah, sampai menghina Tenryuubito tanpa rasa sungkan. Tapi justru karena dia tahu sistemnya busuk, dia tetap bertahan di dalamnya.

Kenapa? Karena kalau dia pergi, siapa yang berdiri di depan para prajurit yang cuma pion? Siapa yang melindungi “mereka yang berada di bawah tebing”? Di situ letak inti karakternya. Garp bukan pahlawan bersih yang percaya institusi itu suci. Dia juga bukan orang yang sok idealis lalu keluar dramatis dan membuka jalan baru. Dia memilih jalur paling berat: tetap tinggal di tempat yang dia benci, supaya orang-orang kecil di bawahnya masih punya satu pelindung yang bisa mereka pegang.

Buatan yang mengira penolakan Garp ke Roger cuma momen “aku memang beda jalur,” rasanya bab 1165 dan 1166 menampar asumsi itu. Yang Oda bangun di sini bukan sekadar drama rival abadi, melainkan benturan dua cara hidup: kabur jadi legenda bebas, atau tinggal dan jadi pelindung bagi yang tak punya kuasa. Garp memilih yang kedua, meski hasilnya membuat anaknya membencinya dan hidupnya sendiri terasa seperti nerf berat yang tidak pernah habis.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.