Fokus Rembang | Di era digital ini, istilah “cemburu retroaktif” menjadi semakin populer, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Namun, apakah Anda tahu apa itu cemburu retroaktif dan bagaimana cara mengatasinya? Cemburu retroaktif adalah kondisi di mana seseorang merasa cemburu atau khawatir karena mengingat kembali tentang hubungan masa lalu pasangannya. Mereka mungkin merasa bahwa pasangan mereka masih memiliki perasaan atau hubungan dengan mantan kekasih mereka.
Orang-orang yang terjebak dalam kondisi ini biasanya sering dihantui oleh pikiran-pikiran mengganggu, serta menyakitkan mengenai mantan kekasih dari pasangannya yang sekarang. Efeknya tidak cuma memicu rasa cemburu, tetapi juga mengundang badai emosi lain, seperti ketakutan atau kecemasan, kemarahan, kesedihan, hingga rasa malu.
Mereka bahkan sering kali terbayang-bayang atau mengimajinasikan secara visual, bagaimana kemesraan romantis maupun aktivitas seksual, yang dulu dilakukan pasangannya bersama sang mantan, dan bayangan itu terasa sangat mengusik ketenangan pikiran. Demi meredakan rasa tidak nyaman tersebut, ada tiga respons yang biasanya refleks dilakukan, yaitu:
- Memberondong pasangan dengan pertanyaan detail, yang berulang-ulang seputar hubungan masa lalunya.
- Berburu informasi mengenai sang mantan secara daring di media sosial, atau melakukan “cyberstalking”.
- Terus memutar ulang kenangan masa lalu pasangan di dalam kepala, atau sibuk membanding-bandingkannya dengan kondisi sekarang.
Niat awal dari berbagai tindakan ini sebenarnya adalah demi mengurangi rasa cemas, serta mencari kepastian bahwa hubungan, yang sedang dijalani saat ini berharga dan istimewa. Namun, cara ini justru sering kali memicu efek bumerang, yang malah membuat luka emosional dan rasa khawatir menjadi semakin parah.
Untuk mengatasi cemburu retroaktif, sebaiknya Anda mencari bantuan dari psikolog atau terapis yang berpengalaman. Mereka dapat membantu Anda mengidentifikasi penyebab cemburu retroaktif dan memberikan strategi untuk mengatasinya. Selain itu, Anda juga dapat mencoba beberapa teknik relaksasi, seperti meditasi atau yoga, untuk mengurangi stres dan kecemasan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

