Fokus Rembang | Tim nasional Tiongkok diprediksi akan menolak berpartisipasi dalam Piala ASEAN FIFA 2026. Keputusan ini disebabkan oleh Asosiasi Sepak Bola Tiongkok (CFA) yang ingin memprioritaskan persiapan Piala Asia 2027. Meskipun Piala ASEAN FIFA menawarkan sumber daya keuangan yang menarik, CFA berfokus pada tujuan jangka panjang dan tidak ingin terbebani oleh turnamen undangan.
Keputusan ini mencerminkan fase pembangunan kembali yang sedang dijalani sepak bola Tiongkok. Setelah hasil buruk di kualifikasi Piala Dunia 2026, CFA menilai penting untuk mempersiapkan tim menghadapi kompetisi di tingkat kontinental. Pelatih tim nasional telah menetapkan bahwa pelatihan harus menanggapi realitas para pesaing di Piala Asia mendatang.
Para analis memperkirakan bahwa saingan utama Tiongkok di Piala Asia 2027 akan berasal dari Asia Barat dan Asia Tengah. Tim-tim ini memiliki strategi bermain yang berbeda, menekankan fisik, kecepatan, dan tekel intensitas tinggi. Sementara itu, tim-tim dari Asia Tenggara lebih sering mengedepankan umpan pendek dan permainan teknis, yang membuat pengalaman dari Piala ASEAN FIFA kurang berharga bagi tim Tiongkok.
CFA ingin memanfaatkan FIFA Days untuk mencari lawan berkualitas dari Asia Tengah dan Barat. Mengikuti turnamen panjang seperti Piala ASEAN FIFA akan memberikan tekanan pada jadwal klub domestik. Selain itu, ada risiko cedera yang mengancam pemain kunci jika terlibat dalam kompetisi tersebut.
Meskipun total hadiah di Piala ASEAN FIFA mencapai $4 juta, CFA menganggap manfaat ekonomi dari partisipasi mereka tidak terlalu signifikan. Sebagian besar hak komersial dan eksploitasi pasar dalam turnamen ini dikelola langsung oleh FIFA. Oleh karena itu, keputusan untuk fokus pada Piala Asia 2027 dianggap sebagai langkah paling realistis untuk menyelamatkan posisi sepak bola Tiongkok di peta kontinental.
Keputusan ini juga dipengaruhi oleh Piala ASEAN FIFA 2026 yang dijadwalkan berlangsung dari akhir September hingga awal Oktober 2026. Turnamen ini melibatkan 11 negara anggota ASEAN dan tiga tim undangan, termasuk Tiongkok, India, dan Hong Kong. Jika Tiongkok berpartisipasi, mereka diperkirakan akan menjadi unggulan di Grup 1, bermain di lokasi terpusat di Indonesia bersama lawan-lawan kuat seperti Vietnam dan Thailand.
Saat ini, CFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai partisipasi mereka di Piala ASEAN FIFA. Namun, laporan media menunjukkan bahwa kemungkinan mereka untuk tampil di Indonesia pada tahun 2026 sangat kecil. Keputusan ini jelas mencerminkan prioritas CFA untuk mempersiapkan tim menjelang Piala Asia 2027.
Keputusan untuk tidak berpartisipasi dalam Piala ASEAN FIFA 2026 menjadi langkah strategis bagi Tiongkok dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi tantangan yang lebih besar di Piala Asia. Fokus pada pengembangan tim dan persaingan di tingkat continental diharapkan bisa membawa hasil lebih baik bagi sepak bola Tiongkok di masa depan.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

