Fokus Rembang | Pemerintah Kota Semarang telah membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, yang memungkinkan warga pendatang untuk mendaftar lewat jalur domisili. Menurut Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, kebijakan ini bertujuan untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan daya tampung sekolah di seluruh wilayah kota.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu kebijakan baru yang diterapkan tahun ini adalah memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga pendatang yang telah tinggal di Kota Semarang untuk mengikuti SPMB melalui jalur domisili meskipun administrasi kependudukannya belum berpindah. Anak-anak ini dapat mendaftar sejak awal melalui jalur domisili dengan melampirkan surat keterangan domisili.

Keputusan ini juga bertujuan untuk mengatasi ketimpangan jumlah peserta didik antar sekolah, terutama pada jenjang Sekolah Dasar Negeri yang masih ditemukan sekolah dengan jumlah pendaftar minim. Dengan sistem baru tersebut, distribusi peserta didik diharapkan menjadi lebih merata sehingga tidak ada lagi sekolah yang kekurangan murid, sementara sekolah lain mengalami kelebihan pendaftar.

Pemkot Semarang juga memperkuat jalur afirmasi dengan memasukkan program sekolah swasta gratis ke dalam sistem SPMB online. Sebanyak 6.000 kursi tambahan telah disiapkan untuk menampung siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan tanpa dipungut biaya.

SPMB Kota Semarang akan tetap mengedepankan prinsip pemerataan dan keadilan akses pendidikan. Untuk jenjang TK dan SD, kuota jalur domisili ditetapkan paling sedikit 70 persen, afirmasi minimal 20 persen, dan mutasi maksimal 5 persen. Sementara itu, pada jenjang SMP Negeri, kuota jalur domisili ditetapkan sebesar 40 persen sesuai ketentuan yang berlaku.

Pendaftaran SPMB jenjang TK dan SD akan dilakukan secara daring pada 8 hingga 12 Juni 2026. Selanjutnya, proses analisis data dan pemeringkatan dilakukan pada 15-16 Juni 2026. Hasil seleksi akan diumumkan pada 17 Juni 2026, sementara proses daftar ulang dilaksanakan pada 17 hingga 19 Juni 2026.

Sebanyak sekitar 6.000 kursi tambahan telah disiapkan untuk menampung siswa dari keluarga kurang mampu.

Sebanyak 6.000 kursi tambahan telah disiapkan untuk menampung siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan tanpa dipungut biaya.

Pemkot Semarang juga memperkuat jalur afirmasi dengan memasukkan program sekolah swasta gratis ke dalam sistem SPMB online.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.