Fokus Rembang | REMBANG – Produk UMKM asal Desa Sidowayah, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, telah memperluas jangkauan pasar hingga ke ranah internasional. Terasi Oven Alyssa, produk kemasan terasi yang diproduksi oleh Dian Nurshintorini, telah dipasarkan ke sejumlah negara di kawasan Asia dan Timur Tengah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dian, pemilik dan produsen Terasi Oven Alyssa, mengungkapkan bahwa ide standardisasi kemasan ini berawal dari pengalaman pribadinya saat menempuh studi di Universitas Diponegoro, Semarang pada awal tahun 2000-an. Guna menyokong biaya perkuliahan, ia kerap membawa terasi khas Rembang untuk dipasarkan di lingkungan tempat tinggalnya.

Namun, karakteristik aroma terasi yang menyengat, kerap menimbulkan keluhan dari pengguna transportasi umum. ‘Aroma terasi tetap tercium meskipun sudah dibungkus berlapis-lapis dengan kertas koran, plastik, hingga bubuk kopi. Dari kendala logistik tersebut, saya mulai memikirkan metode pengolahan agar terasi dapat dibawa secara praktis, tanpa mengganggu kenyamanan publik,’ ujar Dian.

Melalui serangkaian uji coba, Dian menerapkan metode pengeringan menggunakan oven. Proses termal ini menghasilkan karakteristik terasi yang lebih kering, memiliki daya simpan lebih lama, higienis (tidak mudah berjamur), serta mereduksi aroma terasi.

Produk Terasi Oven Alyssa telah menjadi salah satu contoh sukses UMKM di Indonesia. Dengan kemampuan inovasi dan pengolahan, produk ini telah dapat menembus pasar internasional dan meningkatkan nama kota Rembang.

Dengan kesuksesan ini, Dian berharap dapat menginspirasi UMKM lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk mereka.

Selain itu, kesuksesan Terasi Oven Alyssa juga menunjukkan bahwa UMKM dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ekonomi daerah.

Secara keseluruhan, Terasi Oven Alyssa telah menjadi salah satu contoh sukses UMKM di Indonesia yang dapat dijadikan inspirasi bagi UMKM lainnya.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.