Fokus Rembang | Jakarta – Sistem ketenagalistrikan yang stabil dan merata di seluruh negeri merupakan salah satu penopang stabilitas ekonomi dan keamanan yang dapat memperkokoh ketahanan nasional. Indonesia menghadapi masalah geografis yang serius, yaitu ketidaksesuaian spasial antara pusat beban dan sumber energi terbarukan yang melimpah. Oleh karena itu, perlu perencanaan yang matang dan langkah nyata untuk menciptakan keandalan pasokan listrik yang merata di seluruh tanah air.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan bahwa pasokan listrik yang stabil dan meluas merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, kebutuhan listrik juga penting bagi aktivitas pembelajaran jarak jauh, pola hidup mobile, serta mekanisme kerja lain yang meningkat pasca-pandemi covid.

Lestari menilai bahwa transisi menuju ekosistem energi listrik modern tahun 2045 memerlukan kerjasama semua pihak terkait untuk membangun sistem yang benar-benar siap menjawab tantangan di masa depan. Negara harus menjalankan kewajiban konstitusionalnya dalam menyediakan akses energi sebagai kebutuhan dasar masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi setiap warga negara.

Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Madya Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI, Yunan Nasikhin, mengungkapkan bahwa tata kelola penyediaan ketenagalistrikan telah diatur dalam sejumlah regulasi. Pemerintah sedang berusaha melakukan penambahan daya listrik secara nasional dan pengerjaan infrastruktur pendukungnya di beberapa wilayah di Indonesia.

Executive Vice President (EVP) Operasi Sistem Ketenagalistrikan PLN, Jarot Setyawan, mengatakan bahwa konflik global telah berdampak pada operasional PLN karena beberapa pembangkit masih menggunakan energi primer. Jarot menilai bahwa penggunaan energi fosil perlu dikaji lebih dalam untuk menekan dampak dari gejolak global.

Rekanan di Institut Klimatologi dan Politik Global, Eko Sulistyo, mengungkapkan bahwa sektor energi nasional menghadapi risiko yang cukup berat seperti yang dihadapi PLN dan Pertamina. Eko menilai bahwa ketahanan listrik tidak hanya bergantung pada ketersediaan energi, tetapi juga kesehatan ekonomi dan politik sebuah negara.

Engagement Lead Low Carbon Development Initiative, Verena Puspawardani, mengatakan bahwa sistem ketenagalistrikan harus memenuhi aspek reliability dan efektivitas. Verena menilai bahwa sistem ketenagalistrikan nasional harus lebih tangguh seperti yang telah direncanakan. Kebijakan ke depan harus memiliki standar operasional minimum yang dapat mengantisipasi dengan baik bila ada gangguan.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM RI, Rerie, mengatakan bahwa sistem ketenagalistrikan harus lebih stabil dan dapat memenuhi kebutuhan listrik di seluruh negeri. Rerie menilai bahwa perlu kerjasama semua pihak terkait untuk membangun sistem yang benar-benar siap menjawab tantangan di masa depan.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.