Fokus Rembang | Ratu Elizabeth II kembali menjadi sorotan utama dalam rangka memperingati seratus tahun kelahirannya, meski sudah tiada sejak 2022. Pada malam 19 April 2026, program televisi Antiques Roadshow menampilkan kisah menarik dari keluarga pelukis legendaris Terence Cuneo, yang mengungkap betapa sulitnya melukis sang Ratu karena kebiasaannya yang terus mengobrol. Menurut cucu Andrew Viner, Cuneo menghabiskan satu tahun penuh untuk menyelesaikan potret korupsi 1953 yang berukuran 11 kaki kali 8 kaki, yang kini digantung megah di Istana Buckingham.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penemuan ini menjadi bagian dari rangkaian acara khusus yang menandai apa yang akan menjadi hari ulang tahun ke-100 sang monarki. BBC One menayangkan dokumenter “Queen Elizabeth II: Her Story, Our Century”, menampilkan kontribusi tokoh internasional seperti Barack Obama, Helen Mirren, dan Sir David Attenborough. Dokumenter tersebut menelusuri jejak hidup Ratu, mengaitkannya dengan perubahan sosial dan teknologi yang terjadi selama abad ke-20, sekaligus menegaskan bagaimana citra Ratu tetap menjadi aset komersial yang kuat bagi keluarga kerajaan.

Sementara itu, BBC Breakfast menyiapkan tribute emosional yang menyoroti kenangan pribadi para pejabat, anggota keluarga, dan warga biasa yang pernah berinteraksi langsung dengan Ratu. Kesaksian tentang kegigihan sang Ratu dalam menghadapi tugas kenegaraan, serta sisi manusiawi yang jarang terlihat, menambah dimensi baru pada warisan budaya yang diwariskan kepada generasi mendatang.

Di sisi lain, dunia luar angkasa tengah menyiapkan babak baru yang tak kalah dramatis. Setelah keberhasilan misi Artemis II, NASA menargetkan tahun 2028 untuk misi Artemis IV, yang akan mengirimkan dua astronot pertama kembali ke permukaan Bulan sejak era Apollo. Fokus utama adalah menempatkan wanita pertama dan orang berkulit berwarna pertama yang melangkah di atas tanah lunar. Kandidat terkuat yang muncul dari daftar “Artemis Team” meliputi:

  • Dr. Jessica Meir – ahli biologi kelautan dengan pengalaman lebih dari 205 hari di luar angkasa dan pernah menjadi bagian dari misi luar angkasa pertama yang seluruh kru berjenis kelamin wanita.
  • Dr. Jessica Watkins – pionir wanita kulit hitam di ISS, juga ahli geologi yang pernah memimpin misi analog Mars, menjadikannya kandidat strategis untuk penilaian situs di kutub selatan Bulan.
  • Stephanie Wilson – veteran empat misi pesawat ulang-alik dengan total 42 hari di luar angkasa, menawarkan pengalaman lintas generasi yang dibutuhkan untuk misi jangka panjang.

Para calon ini tidak hanya dipilih karena kredensial teknis, tetapi juga karena kemampuan mereka menjadi simbol inklusivitas, mirip dengan cara Ratu Elizabeth II menjadi ikon persatuan di era modern. Keduanya, lukisan Cuneo yang berjuang mengabadikan sosok Ratu yang tidak pernah berhenti bicara, dan ambisi NASA menyiapkan astronaut yang akan menulis sejarah baru, menunjukkan bagaimana warisan pribadi dapat menginspirasi pencapaian kolektif.

Ketika layar televisi menampilkan potret megah Ratu, penonton sekaligus diingatkan akan pentingnya menatap masa depan. Seperti lukisan yang membutuhkan kesabaran ekstra karena Ratu tak pernah diam, misi Bulan menuntut ketekunan ilmuwan dan astronaut yang tidak gentar menghadapi tantangan tak terduga. Kedua narasi ini, meski berada di ranah yang sangat berbeda, saling bersinggungan dalam satu tema: keberanian melampaui batas konvensional.

Dengan kombinasi penghormatan budaya dan dorongan ilmiah, 2026 menjadi tahun yang menandai titik pertemuan antara masa lalu kerajaan Britania dan aspirasi global menuju luar angkasa. Warisan Queen Elizabeth II tidak hanya hidup dalam mahkota dan galeri seni, melainkan juga dalam semangat inovasi yang mendorong manusia menjejakkan kaki kembali ke Bulan.