Fokus Rembang | Pemerintah Kabupaten Majene meluncurkan strategi baru dalam penanganan sampah dan pelestarian lingkungan melalui Gerakan Indonesia Asri. Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Bupati Majene, unsur Forkopimda, perwakilan kepolisian, pimpinan instansi vertikal, dan berbagai elemen masyarakat. Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari sektor swasta dengan donasi berupa lima unit kendaraan roda tiga untuk memperkuat layanan pengangkutan sampah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Majene menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan lingkungan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, melainkan oleh keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya meninggalkan pola lama dalam menangani persoalan sampah dan beralih pada pendekatan yang lebih partisipatif serta berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta aparatur pemerintah. Selain itu, ribuan bibit pohon ditanam secara serentak di sejumlah ruang publik sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menekan dampak perubahan iklim.

Peserta kegiatan juga mengikuti siaran langsung telekonferensi Presiden Republik Indonesia yang menyerukan pentingnya langkah cepat dan kolaboratif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global. Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh inspiratif yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam menjaga lingkungan.

Menutup kegiatan, seluruh pemangku kepentingan menandatangani piagam komitmen bersama sebagai simbol keseriusan dalam membangun Majene yang bersih, hijau, dan tangguh menghadapi perubahan iklim.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.