Fokus Rembang| Seorang selebriti muda, Ayu Aulia, kembali menarik perhatian publik setelah mengungkap dugaan penipuan yang menimpa anggota keluarganya. Dalam perbincangan santai di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, pada Sabtu 18 April 2026, Ayu menyampaikan bahwa sepupunya menjadi korban penipuan yang diduga dilakukan oleh influencer dan model Lisa Mariana. Menurut Ayu, kerugian yang dialami sepupunya mencapai Rp 50 juta, sejumlah uang yang bukan sekadar angka kecil melainkan hasil kerja keras keluarga.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kasus ini pertama kali terkuak ketika Ayu Aulia ditemui di sebuah kafe populer di Kemang. Ia terlihat tenang namun tegas saat menjelaskan kronologi singkat kejadian. “Spill dikit, sepupu aku diduga jadi korban penipuan Lisa Mariana. Enggak tanggung‑tanggung, ruginya sampai Rp 50 juta,” ujar Ayu. Ia menambahkan bahwa uang tersebut merupakan tabungan lama sepupunya yang dipinjam untuk keperluan pribadi.

Lisa Mariana, yang dikenal aktif di media sosial sebagai brand ambassador produk kecantikan, sebelumnya telah menjadi sorotan setelah pihak kepolisian memeriksa dirinya pada 24 Oktober 2024 terkait kasus serupa. Pada saat itu, Lisa dituduh meminta dana dari sejumlah influencer dengan janji bantuan proses hukum di Bareskrim Polri. Meskipun belum ada putusan resmi, laporan polisi menunjukkan pola penipuan yang konsisten.

Ayu Aulia tidak mengungkap detail modus operandi yang digunakan Lisa untuk menipu sepupunya. Namun, ia menebak bahwa dana tersebut mungkin saja dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi Lisa, termasuk biaya perjalanan bolak‑balik ke kantor Bareskrim. “Ya mungkin, mungkin ya, dipakai untuk bolak‑balik Bareskrim. Kemarin kan dia besar juga pengeluarannya itu,” kata Ayu dengan nada skeptis.

Kasus penipuan ini bermula dari sebuah pinjaman uang yang dijanjikan akan dikembalikan setelah Lisa menyelesaikan kontrak kerja sebagai brand ambassador. Dewi Wulan, pemilik merek kecantikan yang bersangkutan, melaporkan permasalahan ini ke Polres Jakarta Timur setelah tidak menerima hasil kerja sama yang dijanjikan. Penyelidikan kemudian mengungkap bahwa tidak hanya Dewi, melainkan juga sejumlah influencer lain, termasuk sepupu Ayu, menjadi korban.

Sejumlah korban mengaku mengalami kerugian finansial yang signifikan, dengan nilai total kerugian melampaui ratusan juta rupiah. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan transaksi antar‑influencer di era digital, serta perlunya regulasi yang lebih ketat dalam praktik endorsement.

Menurut data yang dihimpun oleh tim riset media sosial, kasus penipuan yang melibatkan influencer meningkat 37 % pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor utama yang memicu peningkatan ini adalah kemudahan akses media sosial, kurangnya verifikasi identitas, serta tingginya tingkat kepercayaan publik terhadap figur publik.

  • Kerugian Sepupu Ayu: Rp 50 juta
  • Jumlah Korban Teridentifikasi: lebih dari 15 orang
  • Total Kerugian Keseluruhan: diperkirakan > Rp 500 juta

Ayu Aulia menegaskan harapannya agar kasus ini dapat segera selesai dan hak sepupunya dipulihkan. “Pokoknya aku minta tanggung jawab saja. Jangan sampai urusannya makin panjang,” tutupnya dengan tegas.

Kasus ini sekaligus menyoroti perlunya edukasi keuangan bagi para influencer, terutama yang baru memulai karier di dunia digital. Para ahli menekankan pentingnya melakukan verifikasi latar belakang sebelum terlibat dalam transaksi keuangan atau kontrak kerja sama.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan lebih lanjut terhadap Lisa Mariana. Jika terbukti bersalah, Lisa dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Undang‑Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta KUHP tentang penipuan.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi publik bahwa popularitas tidak selalu menjamin integritas. Sementara itu, keluarga Ayu Aulia berharap dapat memperoleh keadilan dan mengembalikan kepercayaan yang sempat terkikis oleh peristiwa ini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.