Fokus Rembang | Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali memanas setelah Sarwendah menyinggung nominal nafkah anak sebesar Rp200 juta per bulan yang diberikan Ruben Onsu. Dalam siaran langsung di akun TikTok pribadinya, Sarwendah menyinggung nominal tersebut dengan nada sindiran.
Ruben Onsu kemudian membalas dengan unggahan di akun Threads pribadinya, menuliskan pesan bernada reflektif tentang seseorang yang pernah menerima bantuan darinya, namun kemudian melupakan kebaikan tersebut.
“Jika ada rezekiku yang pernah kau nikmati dan ada kebaikanku yang pernah membantumu dan itu dilupakan tidak apa-apa, tapi saya tetap bangga orang yang dihina dan diremehkan, pernah mengangkatnya dari tumpukan lumpur, menyiram dan merawatnya dengan keringatku,” tulis Ruben.
Perseteruan antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali mencuat setelah Sarwendah mengeluhkan persoalan nafkah anak yang disebut sudah tidak lagi diterimanya. Selain itu, Sarwendah juga menyinggung status rumah gono-gini yang dikabarkan menghadapi masalah pembayaran cicilan sehingga terancam disita dan dilelang oleh pihak bank.
Ruben Onsu memiliki penjelasan berbeda terkait keputusan menghentikan nafkah bulanan yang nilainya disebut mencapai Rp200 juta per bulan tersebut. Ruben mengaku sengaja menghentikan sementara pemberian nafkah karena merasa kesulitan mendapatkan akses untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya pasca-perceraian.
Banyak warganet berharap keduanya dapat menemukan jalan tengah demi menjaga hubungan baik sebagai orang tua bagi anak-anak mereka. Polemik antara Ruben Onsu dan Sarwendah masih menjadi perhatian publik.
Kesimpulan dari polemik ini adalah bahwa perlu adanya kesadaran dan pemahaman dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah ini dengan baik, sehingga anak-anak mereka dapat tumbuh dengan baik dan bahagia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

