Fokus Rembang | St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026 telah berakhir dengan capaian penting, yaitu lebih dari 30 perjanjian kerja sama baru yang melibatkan berbagai pelaku usaha, lembaga pendidikan, asosiasi bisnis, hingga institusi pembangunan dari berbagai negara. Kesepakatan tersebut tercapai melalui Roscongress International Cooperation Area, salah satu pusat aktivitas internasional selama SPIEF 2026 yang menjadi wadah dialog dan pertemuan bisnis lintas negara.
Roscongress International Cooperation Area dirancang untuk menghasilkan kerja sama yang nyata, bukan sekadar diskusi. Area tersebut juga memfasilitasi pertemuan bilateral dan agenda tematik yang mempertemukan mitra dari Rusia, Asia, Afrika, Timur Tengah, hingga negara-negara di Belahan Bumi Barat.
Indonesia juga turut aktif dalam berbagai agenda SPIEF 2026. Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi salah satu tokoh yang diwawancarai oleh TV BRICS selama forum berlangsung.
Keikutsertaan Indonesia juga semakin strategis setelah penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) pada akhir 2025 yang membuka peluang lebih luas bagi perdagangan dan investasi antara Indonesia dan kawasan Eurasia.
Dengan kesepakatan kerja sama baru ini, SPIEF 2026 dapat meningkatkan hubungan ekonomi dan bisnis antara Rusia dan negara-negara lain, serta membuka peluang baru bagi pelaku usaha dan lembaga pendidikan.
Secara keseluruhan, SPIEF 2026 telah menunjukkan potensi besar dalam meningkatkan hubungan ekonomi dan bisnis antara negara-negara di kawasan Eurasia dan seluruh dunia.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

