Fokus Rembang | Penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan obesitas semakin banyak ditemukan pada kelompok usia produktif di Jawa Tengah. Menurut data Kementerian Kesehatan, PTM telah menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Perubahan pola hidup, rendahnya aktivitas fisik, dan pola konsumsi yang kurang sehat menyebabkan tren kasus PTM terus meningkat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, meminta pemerintah memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini PTM, khususnya di kalangan usia produktif. Ia mengingatkan bahwa PTM tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga banyak kasus yang ditemukan pada usia produktif dan bahkan usia muda.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan prevalensi hipertensi mencapai 32,8 persen dengan lebih dari 3,8 juta kasus terdaftar. Sementara prevalensi diabetes melitus mencapai 11,4 persen dan obesitas sebesar 16,7 persen.

Heri menilai bahwa tingginya angka tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah pencegahan, terutama melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini. Ia mengingatkan bahwa kelompok usia produktif sering kali mengabaikan pemeriksaan kesehatan karena merasa masih sehat dan aktif bekerja.

Heri berharap bahwa upaya pencegahan PTM dapat dilakukan secara lebih masif dan berkelanjutan sehingga mampu menekan angka kasus sekaligus menjaga produktivitas masyarakat Jawa Tengah.

Kesimpulannya, penyakit tidak menular tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga banyak kasus yang ditemukan pada usia produktif dan bahkan usia muda. Oleh karena itu, pemerintah harus memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini PTM, terutama melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini.

Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.