Fokus Rembang | Kota Tangerang terus berkomitmen meningkatkan keterlibatan kelompok disabilitas dalam perkembangan teknologi digital yang terus berkembang.
Melalui pelatihan literasi digital yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, penyandang disabilitas dapat memahami pemanfaatan mesin pencari dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhani, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tangerang untuk memastikan seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi.
Pelatihan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Komunikasi dan Digital serta Dewan Nasional Kesejahteraan Sosial (DNKS).
Sejumlah narasumber dari kalangan pegiat literasi digital dan komunitas disabilitas turut dilibatkan dalam pelatihan tersebut.
Selain meningkatkan kemampuan digital peserta, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan aplikasi LAKSA+, layanan pengaduan dan aspirasi milik Pemerintah Kota Tangerang yang telah dirancang lebih ramah bagi penyandang disabilitas.
Aplikasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi penyandang disabilitas untuk menyampaikan kritik, saran, maupun aspirasi kepada pemerintah daerah tanpa hambatan aksesibilitas.
Salah satu peserta pelatihan, Aziz, mengapresiasi kehadiran aplikasi LAKSA+ yang dinilainya telah memenuhi kebutuhan aksesibilitas bagi penyandang tunanetra.
Ia menuturkan bahwa tidak semua aplikasi layanan pemerintah dapat diakses dengan baik menggunakan pembaca layar yang biasa digunakan oleh tunanetra. Namun, fitur-fitur pada LAKSA+ dinilai sudah kompatibel dan mudah digunakan.
Aziz mengaku telah beberapa kali memanfaatkan aplikasi tersebut untuk menyampaikan pengaduan terkait layanan transportasi publik dan fasilitas yang belum ramah disabilitas.
Ia pernah mengusulkan agar layanan bus Tayo dilengkapi informasi suara otomatis di setiap halte untuk membantu penyandang tunanetra mengetahui lokasi pemberhentian. Selain itu, ia juga menyampaikan masukan mengenai fasilitas halte yang dinilai masih perlu ditingkatkan, termasuk akses kursi roda dan penyediaan tempat duduk khusus bagi penyandang disabilitas.
Kota Tangerang berkomitmen untuk meningkatkan literasi digital bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Ini merupakan upaya untuk memastikan bahwa semua warga memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi.
Pelatihan literasi digital ini merupakan salah satu langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Tangerang untuk meningkatkan kemampuan digital masyarakat.
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI Gemini/ChatGPT yang dimodifikasi oleh editor untuk kenyamanan pembaca.

