Fokus Rembang | Sabtu, 18 April 2026, Pondok Pesantren An Nahdiyah SMK Ma’arif 1 Kebumen menjadi saksi sebuah pertemuan besar yang dihadiri oleh ribuan pengasuh pondok pesantren, guru ngaji, pengelola TPQ, Madin, serta dewan asatidz dari seluruh Kabupaten Kebumen. Acara silaturahmi dan Halal Bihalal Kebumen ini tidak hanya menjadi momen memaafkan di bulan Syawal, melainkan juga ajang peluncuran resmi program Pesantren Ramah Anak yang diusung oleh Bupati Kebumen, Lilis Nuryani.
Kegiatan dimulai dengan sambutan hangat dari Ketua Panitia, KH Ahmad Tama, yang menegaskan pentingnya kolaborasi antar elemen pendidikan keagamaan. “Acara ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antar pengasuh pondok pesantren dan guru ngaji, sekaligus momentum saling memaafkan dalam suasana Syawal yang penuh berkah,” ungkapnya.
Beberapa tokoh penting turut hadir, di antaranya Kasubdit Pesantren dan Pendidikan Al-Qur’an Kementerian Agama RI, Aziz Syafiyudin, M.Si.; Pengasuh Pondok Pesantren Salaf API Tegalrejo Magelang, KH Nur Makhin Khudlori; Bupati Kebumen, Lilis Nuryani; serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, Dr. H. Anif Solikhin, S.Ag., M.Si. Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap upaya peningkatan kualitas pendidikan agama yang berfokus pada perlindungan anak.
Dalam rangkaian acara, Bupati Lilis Nuryani menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan sarana strategis untuk memperkuat kebersamaan dan menjaga kerukunan masyarakat. “Dari kebersamaan inilah lahir kekuatan untuk menjaga kehidupan masyarakat yang rukun dan damai,” ujarnya, sekaligus memberikan apresiasi kepada para pengasuh pondok pesantren dan guru ngaji atas dedikasi mereka dalam membentuk generasi berakhlak dan berilmu.
Pengumuman paling signifikan pada hari itu adalah peluncuran program Pesantren Ramah Anak. Program ini dirancang sebagai komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan menghormati hak-hak anak. “Kami berharap program ini dapat menjadi inspirasi bagi pondok pesantren lainnya di Kabupaten Kebumen,” tambah KH Ahmad Tama.
Bupati Kebumen menegaskan bahwa program ini selaras dengan visi Kabupaten yang telah meraih predikat Kabupaten Layak Anak tingkat Madya. Ia menekankan pentingnya melindungi anak di setiap tahapan pendidikan, termasuk di lingkungan pesantren yang selama ini menjadi tempat belajar agama bagi jutaan anak bangsa. “Pesantren harus menjadi tempat yang membuat anak-anak merasa nyaman, dihargai, dan terlindungi,” tegasnya.
- Ruang kelas yang ramah anak dengan fasilitas belajar yang aman.
- Pelatihan guru dan pengasuh tentang perlindungan anak.
- Pengawasan rutin oleh tim perlindungan anak Kabupaten Kebumen.
- Pengembangan kurikulum yang menekankan nilai moral, etika, dan keselamatan.
Selain peluncuran program, acara juga menyaksikan pelantikan Pengurus Pojok Baca Nahdliyyin yang diharapkan dapat meningkatkan budaya literasi di kalangan masyarakat Kebumen. Bupati menutup acara dengan harapan agar upaya bersama ini dapat melahirkan generasi cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Secara keseluruhan, Halal Bihalal Kebumen ini berhasil memperkuat jaringan kerja antara lembaga keagamaan, pemerintah, dan masyarakat. Dengan dukungan kebijakan yang konkret, program Pesantren Ramah Anak diharapkan menjadi model bagi wilayah lain, sekaligus menegaskan komitmen Kabupaten Kebumen dalam melindungi dan menumbuhkan generasi penerus yang berkualitas.


