Fokus Rembang – 18 April 2026 | Delegasi Universitas Semarang (USM) yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Rohadi, M.P., menyampaikan penilaian positif terhadap pelaksanaan Program FIND4S Indonesia setelah mendengarkan paparan implementasi, evaluasi, dan rencana keberlanjutan yang disampaikan oleh perwakilan tujuh perguruan tinggi di Kota Semarang yang memiliki program studi bidang pangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tim review eksternal, yang terdiri dari pakar bidang teknologi pangan, ekonomi, dan manajemen proyek, menilai bahwa pelaksanaan program berada pada jalur yang tepat. Mereka mencatat bahwa pendanaan yang dialokasikan telah dikelola secara transparan, dengan laporan keuangan yang terstruktur dan audit periodik yang menunjukkan tidak ada penyimpangan signifikan. Selain itu, mekanisme monitoring dan evaluasi yang diterapkan memungkinkan identifikasi cepat atas hambatan operasional, sehingga tindakan perbaikan dapat diimplementasikan secara real‑time.

Berikut beberapa temuan kunci yang diangkat dalam rapat:

  • Peningkatan Kapasitas Riset: Seluruh tujuh kampus melaporkan peningkatan fasilitas laboratorium, termasuk pembelian peralatan canggih untuk analisis kualitas bahan pangan.
  • Kolaborasi Inter‑universitas: Terbentuknya jaringan kerja sama lintas jurusan dan lintas kampus yang menghasilkan proyek bersama, seperti pengembangan produk inovatif berbasis bahan lokal.
  • Dampak Industri: Beberapa perusahaan pangan di Semarang melaporkan peningkatan efisiensi produksi berkat penerapan hasil riset FIND4S, termasuk pengurangan limbah dan peningkatan nilai gizi produk.
  • Pengembangan SDM: Mahasiswa dan dosen mendapatkan pelatihan intensif, beasiswa riset, dan kesempatan publikasi di jurnal internasional terindeks.

Selain aspek teknis, tim review juga menyoroti keberlanjutan program. Mereka menilai bahwa rencana jangka panjang mencakup pendirian pusat inovasi pangan yang akan menjadi inkubator bagi startup lokal, serta skema pembiayaan berkelanjutan melalui kemitraan dengan sektor swasta. “Keberlanjutan tidak hanya bergantung pada dana pemerintah, tetapi juga pada kemampuan program untuk menciptakan nilai ekonomi yang dapat dipertahankan oleh industri,” kata salah satu advisor eksternal.

Dalam sesi tanya‑jawab, perwakilan Universitas Diponegoro menanyakan tentang strategi penyebaran hasil riset ke petani kecil. Prof. Rohadi menanggapi bahwa program telah menyiapkan modul pelatihan berbasis lapangan dan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Jawa Tengah untuk memastikan teknologi yang dihasilkan dapat diadopsi secara luas.

Secara keseluruhan, evaluasi menunjukkan bahwa Program FIND4S Indonesia di Semarang berada pada posisi yang sangat baik, dengan indikator kinerja utama (KPI) yang melampaui target awal. Hal ini mencerminkan komitmen kuat dari pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam memperkuat ekosistem pangan nasional.

Ke depan, para pemangku kepentingan sepakat untuk memperkuat mekanisme pelaporan, meningkatkan partisipasi industri kecil menengah, serta memperluas jaringan kolaborasi ke perguruan tinggi di provinsi lain. Dengan langkah‑langkah tersebut, diharapkan program dapat menjadi model replikasi bagi wilayah lain di Indonesia.

Dengan demikian, hasil evaluasi yang sangat positif ini tidak hanya menegaskan keberhasilan implementasi program, tetapi juga membuka peluang baru bagi pengembangan inovasi pangan yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing industri lokal, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak bagi generasi muda.